Jika masih ingat dengan lagu lawas,.."orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman" kurang lebih begitu liriknya. Bibit dari Anonan dari Samarinda yang disemai sejak lima hari lalu belum ada tanda-tanda pertumbuhan. Jadi bertanya-tanya, apa benar tanah kita tanah surga?.
Sisi lain jadi berfikir para petani dan pekebun Indonesia. Yang begulat dengan bibit, pupuk dan hasil penjualannya. Bagi saya yang tidak pandai dan lemah pengalaman bagaimana menyemai bibit, mungkin sekali saja sudah buat patah semangat. Namun ketika ingat, mereka jadi bersemangat untuk belajar lebih giat lagi.
Kali ini 4 biji anona di semai lagi pada media tanam yang murut saya khusus. Prakteknya mengikuti pengetahuan dan naluri saja. Pengetahuan lama sewaktu di sekolah dasar, praktek menanam kecambah.
Bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja.






