Twitter Update |
Project TerkiniForum :Forum Bentang Alam telah lama non aktif. Banyak masukan yang mendorong untuk diaktifkan kembali. Menimbang hal tersebut, Bentang Alam sedang menyiapkan forum bentang alam. Semoga bisa menjadi media bersama untuk saling berbagi. Logo
![]() |
Berita
Gus Solah & Korban Lapindo Membuka StoS Festival 2010Siaran Pers StoS Festival 2010, 22 Januari 2009
Gus Solah & Korban Lapindo Membuka StoS Festival 2010 South to South – StoS Film Festival 2010 dimulai hari ini. Dari film-film yang akan diputar, Anak-Anak Lumpur merupakan film terpilih yang diputar pada pembukaan Festival. Film ini menceritakan kondisi anak-anak korban lumpur Lapindo, yang luput dari perhatian. Salahuddin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah bersama wakil anak korban lumpur Lapindo, malam ini akan membuka Festival yang berlangsung selama tiga hari ini. |
Greenpeace Desak Menhut Hentikan Kontrak Sinar MasJakarta (ANTARA News) - Aktivis Greenpeace menyerahkan bukti kegiatan ilegal pembabatan hutan oleh Sinar Mas kepada Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan untuk mendesak segera menghentikan semua izin pembabatan hutan Sinar Mas, di Jakarta, Jumat.
Walhi Akan Laporkan MS Kaban ke KPKPekanbaru (ANTARA News) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau dan Jaring Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) melaporkan mantan Menhut MS Kaban ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait izin Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP)
"Kami menduga terjadi gratifikasi dan kolusi terhadap izin lahan konsesi HTI di Riau, khususnya yang diberikan ke PT RAPP di Semenanjung Kampar," kata Direktur Eksekutif Walhi Riau, Hariansyah Usman, di Pekanbaru, Rabu. Menurut Hariansyah, saat ini seluruh bukti-bukti soal pelanggaran tersebut sudah ada pada Walhi dan Jikalahari serta terkesan kuat ada pelanggaran. "Secepatnya atau dalam minggu ini juga laporan tersebut akan diserahkan ke KPK," katanya. Menurut Hariansyah, izin yang ditandatangani MS Kaban bagi HTI PT RAPPdi Semananjung Kampar Pelalawan Riau tersebut bertentangan dengan sejumlah peraturan kehutanan. Melalui SK No 327/Menhut II/2009 Juni 2009, atau 3 bulan sebelum MS Kaban lengser sebagai Meteri Kehutanan RI, MS Kaban menambah izin dari 235.000 hektar yang sudah diteken sebelumnya, seluas 115.000 hektar lagi, hingga total menjadi 350.l65 hektar. Walhi Riau menilai izin yang dikeluarkan menhut MS Kaban tersebut ternyata sebagian besar berada di atas lima kawasan lindung. Masing masing di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baliung, Suaka Margasatwa Tasik Pulau Padang, Suaka Danau besar, Suaka Tasik Belat dan Taman nasional Tesso Nilo. Izin menteri itu tumpang tindih. "Izin juga ditandatangani sebelum diukur. Izin diteken baru kemudian dilakukan pengukuran atas kawasan yang diberikan izinnya. Ini diterangkan dalam surat keputusan itu, yang antara lain penggalannya bertuliskan, luasan areal pembukaan akan dilakukan pengukuran," ujarnya. Akibatnya setelah dilakukan pengukuran, ternyata terdapat selisih 7.000 hektar. Artinya, dari yang disebutkan penambahan 115.000 hektar, sebagaimana disebutkan dalam SK yang ditandatangani MS Kaban itu, ternyata luasannya menjadi sekitar 122.000 hektar. Selain itu, izin tersebut berdasarkan Rekomendasi Gubenur Riau tahun 2004, sedangkan keluarnya izin Menhut tahun 2009. Menurut Heriansyah, terjadi jarak waktu yang begitu lama. Karena itu Walhi dan Jikalahari minta KPK turun tangan. "Mestinya rekomendasi tersebut tidak berlaku lagi. Soalnya sepanjang 2004-2009 telah terjadi sejumlah perubahan, baik menyangkut perundangan, dinamika kehutanan, kondisi hutan hingga perubahan peruntukan di dalam kawasan," ujar Koodinator Jikalahari, Susanto K. (*) Last Updated (Thursday, 10 December 2009 00:41) Sebagian Besar DAS di Pulau Jawa KritisBogor (ANTARA News) -Sebagian besar daerah aliran sungai (DAS) yang tersebar di Pulau Jawa berada dalam keadaan kritis, kata pakar lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Surjono Hadi Sutjahjo, Rabu. Last Updated (Wednesday, 09 December 2009 23:08) Demi PLTG Pertamina akan Eksploitasi SMPALU Selain akan menggelar pipa gas, PT Pertamina EP PPGM ternyata juga akan mengeksploitasi kandungan gas alam di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bangkiriang. Kandungan gas di Bangkiriang rencananya akan disiapkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang akan dibangun di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
|







