Media Rilis CSF, 11 Desember 2009
(Copenhagen, 11022009) Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Copenhagen, pagi kemarin di Bella Center diselenggarakan pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP). Agenda pembahasan adalah amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.
Read more...
|
Kopenhagen, Kompas - Badan konservasi alam dunia di bawah PBB mengingatkan pentingnya Konferensi Perubahan Iklim 2009 menghasilkan kesepakatan yang ambisius. Pengasaman laut akibat kenaikan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer menyebabkan kepunahan spesies biota laut.Rentetannya, yaitu terancamnya ketahanan pangan dan berdampak serius terhadap perekonomian dunia. Faktanya, pengasaman laut naik 30 persen sejak era industri 250 tahun silam. ”Pengasaman laut dideskripsikan sebagai ’pasangan jahat’ perubahan iklim,” kata Marine Vice Chair IUCN World Commission on Protected Areas Dan Laffoley pada peluncuran laporan The Ocean and Climate Change Tools and Guidelines for Action di Bella Center, Kopenhagen, Denmark.
Read more...
Kopenhagen, Kompas - Delegasi Indonesia menolak usul negara-negara maju mengaudit pelaksanaan program penurunan emisi 26 persen, sebagai bahan analisis rencana pemberian bantuan untuk target 41 persen. Alasannya, proyek itu bersifat sukarela dan ada persoalan kedaulatan.Juru bicara delegasi RI, Tri Tharyat, di sela-sela sidang hari keempat Konferensi Perubahan Iklim 2009 mengungkapkan hal itu. ”Bagaimana bisa konsultan asing datang lalu meminta data dan informasi yang tidak seharusnya,” katanya, Kamis (10/12).
Read more...
Jakarta, Kompas - Pada 2006 Indonesia dituduh menjadi negara ketiga terbesar pencemar CO di atmosfer sehingga dituding sebagai salah satu penyebab utama perubahan iklim global. Untuk mengetahui emisi GRK, terutama konsentrasi CO di atmosfer, pada 2006 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional terlibat dalam penelitian.Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan merintis pembuatan instrumentasi sistem sampling untuk meneliti konsentrasi CO secara horizontal dan vertikal. Uji coba vertikal dilakukan di Bandung (Jawa Barat) dan Watukosek (Jawa Timur) pada 2006.
Last Updated (Friday, 11 December 2009 08:07)
Read more...
COPENHAGEN - An enhanced version of the U.N.'s Kyoto Protocol is set to be part of the fight against global warming until 2020, according to a draft text by Denmark which is hosting talks on a new climate agreement."Parties to the Kyoto Protocol ... decide that further commitments for developed countries should take the form of quantified (greenhouse gas) emission limitation and reduction objectives," according to the text, intended as the possible basis for an agreement at the Copenhagen talks, which Reuters obtained on Wednesday.
Last Updated (Friday, 11 December 2009 07:59)
Read more...
|
|