Twitter Update |
Project TerkiniForum :Forum Bentang Alam telah lama non aktif. Banyak masukan yang mendorong untuk diaktifkan kembali. Menimbang hal tersebut, Bentang Alam sedang menyiapkan forum bentang alam. Semoga bisa menjadi media bersama untuk saling berbagi. Logo
![]() |
Pembungkaman Suara Nelayan Tradisional Mendapat Perhatian Dunia
Pembungkaman Suara Nelayan Tradisional Mendapat Perhatian Dunia
(Aliansi Manado, 12/05) Penangkapan dua aktivis WALHI dan pengusiran paksa
16 aktivis SEAFISH Philipina kemaren hingga dini hari tadi, mendapat
perhatian dunia. Dua organisasi non pemerintah ternama Forest People
Programmed an Friends of The Earth Internasional, kemarin (11/05)
berkirim surat kepada Presiden SBY dan jajaran aparat keamanan Indonesia.
Mereka prihatin terhadap memburuknya hak-hak kebebasan berkumpul dan
berpendapat di Indonesia.
Dua Ornop internasional ini mengatakan mengenal para peserta pertemuan
Forum Keadilan Kelautan dan Perikanan (FKKP) sebagai pembela hak-hak
masyarakat sipil dan lingkungan. Para aktivis inilah yang selama ini
banyak menyuarakan hak-hak nelayan tradisional, perlindungan dan
keberlanjutan pengelolaan pesisir dan sumber daya laut untuk sumber
kehidupan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Mereka mendukung upaya FKKP yang mengajak publik dan WOC-CTI
memperhatikan hak-hak nelayan tradisional, khususnya yang menjadi korban
pencemaran limbah yang dibuang ke laut oleh perusahaan tambang skala
besar. Mereka prihatin agenda tersebut tidak menjadi agenda utama WOC-CTI.
Itulah sebabnya, Dr. Maurizio Farhan Ferrari, Environmental Governance
Coordinator Forest Peoples Programme, menyampaikan prihatin terhadap upaya
pelanggaran HAM yang dilakukan pihak keamanan Indonesia kepada peserta
FKKP. Ia menyatakan bahwa kejadian ini mencoreng reputasi WOC-CTI.
Hal senada disampaikan Pimpinan tertinggi Friends of the Earth
International menyatakan penyesalannya melihat upaya represi yterhadap
peserta FKKP dan prihatin terhadap kondisi kebebasan berkumpul dan
berpendapat. FoEI adalah organisasi lingkungan terbesar didunia, dengan
anggota individu berjumlah lebih 2 juta orang, juga organisasi masyarakat
sipil yang tersebar di 77 negara.
Powered by Bentang Alam
(Aliansi Manado, 12/05) Penangkapan dua aktivis WALHI dan pengusiran paksa
16 aktivis SEAFISH Philipina kemaren hingga dini hari tadi, mendapat
perhatian dunia. Dua organisasi non pemerintah ternama Forest People
Programmed an Friends of The Earth Internasional, kemarin (11/05)
berkirim surat kepada Presiden SBY dan jajaran aparat keamanan Indonesia.
Mereka prihatin terhadap memburuknya hak-hak kebebasan berkumpul dan
berpendapat di Indonesia.
Dua Ornop internasional ini mengatakan mengenal para peserta pertemuan
Forum Keadilan Kelautan dan Perikanan (FKKP) sebagai pembela hak-hak
masyarakat sipil dan lingkungan. Para aktivis inilah yang selama ini
banyak menyuarakan hak-hak nelayan tradisional, perlindungan dan
keberlanjutan pengelolaan pesisir dan sumber daya laut untuk sumber
kehidupan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Mereka mendukung upaya FKKP yang mengajak publik dan WOC-CTI
memperhatikan hak-hak nelayan tradisional, khususnya yang menjadi korban
pencemaran limbah yang dibuang ke laut oleh perusahaan tambang skala
besar. Mereka prihatin agenda tersebut tidak menjadi agenda utama WOC-CTI.
Itulah sebabnya, Dr. Maurizio Farhan Ferrari, Environmental Governance
Coordinator Forest Peoples Programme, menyampaikan prihatin terhadap upaya
pelanggaran HAM yang dilakukan pihak keamanan Indonesia kepada peserta
FKKP. Ia menyatakan bahwa kejadian ini mencoreng reputasi WOC-CTI.
Hal senada disampaikan Pimpinan tertinggi Friends of the Earth
International menyatakan penyesalannya melihat upaya represi yterhadap
peserta FKKP dan prihatin terhadap kondisi kebebasan berkumpul dan
berpendapat. FoEI adalah organisasi lingkungan terbesar didunia, dengan
anggota individu berjumlah lebih 2 juta orang, juga organisasi masyarakat
sipil yang tersebar di 77 negara.
Powered by Bentang Alam






