Page Info
Site-Rank
TNX Ads

RSS
Layanan RSS Bentang Alam
Berita WOC 2009
COP15 Copenhage
News WOC 2009
Rilis Media
Advertaising

Twitter Update

Loader
twitter Follow bentangalam on Twitter

Project Terkini

Forum :


Forum Bentang Alam telah lama non aktif. Banyak masukan yang mendorong untuk diaktifkan kembali. Menimbang hal tersebut, Bentang Alam sedang menyiapkan forum bentang alam. Semoga bisa menjadi media bersama untuk saling berbagi.



Logo
logo

Siaran Pers dan Kronologi Penangkapan Aktivis WALHI

Siaran Pers Aliansi Manado, 11 Mei 2009

Bebaskan Aktivis WALHI, Jangan Biarkan WOC-CTI Dikontrol LSM
Internasional dan Pebisnis

Hingga siang ini, dua orang aktivis WALHI yang ditangkap paksa Aparat
Poltabes Sulawesi Utara, Berry Nahdian Furqon dan Erwin Usman, belum
dilepaskan. Mereka ditangkap saat melakukan acara solidaritas menyambut
kedatangan nelayan Sulut yang bergabung dengan Aliansi Manado, di pantai
Malalayang Manado Sulut (11/05). Acara ini bersamaan dengan pembukaan
WOC-CTI Manado, Sulawesi Utara. Aliansi Manado mengecam keras dan
mengutuk tindakan aparat Polisi tersebut. Mereka menuntut keduanya
dilepaskan. Upaya represi ini sengaja dilakukan agar suara-suara nelayan
tradisional tak muncul di forum WOC-CTI.

"Polisi tak punya hak merepresi kami, harusnya mereka malah melindungi
kami karena nelayan tradisional menyediakan makanan untuk 530 juta orang
di kawasan Asia Pasifik. Sektor perikanan memproduksi 8,89 juta ton ikan
tiap tahun, memasok hampir 40 persen protein penduduk Asia”, ujar Arsenio
Tanchuling, Koordinator Southeast Asia Fish for Justice Network Philipina.

WOC - CTI dikhawatirkan akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan
bilateral, regional dan internasional yang akan merugikan nelatan-nelayan
di Asia pasifik. “Proyek CTI diduga menjadi pintu komersialisasi kawasan
konservasi, yang akan merampas wilayah kelola nelayan tradisional, bersama
penetapan kawasan-kawasan konservasi secara masif, dibawah kontrol
kolaborasi LSM-LSM internasional dari negara-negara Industri. Mereka
bahkan berulang kali menyalahkan nelayan-nelayan tradisional sebagai
pelaku penangkapan ikan illegal, perusakan hutan mangrove dan penangkapan
ikan yang tidak lestari”, ujar Riza Damanik, dari KIARA.

CTI akan mengontrol pengelolaan kawasan terumbu karang pada enam negara,
dengan memperbanyak penetapan kawasan konservasi. Aliansi Manado percaya
bahwa menggunakan peran laut untuk mengurangi dampak perubahan iklim,
hanya dapat berhasil sempurna, dengan memulai pengakuan terhadap hak-hak
nelayan tradisional dan perlindungan terhadap wilayah tangkap ikan
tradisional nelayan. Tanpa itu, mustahil CTI mampu menjawab dampak
perubahan iklim. Sebaliknya, CTI akan menjadi alat LSM-LSM internasional
mendapatkan dana iklim, lewat skema-skema Protokol Kyoto.

Tak hanya itu, CTI membuka pintu perdagangan bebas konsevasi dengan
pebisnis raksasa tambang dan migas. Lembaga-lembaga konservasi
internasional seperti CI, TNC dan WWF sebagai pendukung utama CTI, juga
bergabung dengan lembaga keuangan internasional dan perusahaan tambang
mempromosikan BBOP atau Business and Biodiversity Offsets Programme.
Inilah mekanisme yang sedang mereka siapkan untuk mengkompensasi
pengerukan bahan tambang di kawasan konservasi. Kontrol LSM internasional
dan perusahaan tambang skala besar akan mengikis hak-hak nelayan dan
kedaulatan negara –negara anggota CTI.

Saat ini, sudah 500 lembaga pendukung BBOP, termasuk International Council
on Mining and Metal (ICMM), International Petroleum Industry Environmental
Conservation Association, Goldman Sachs, World Bank, World Resource
Institute (WRI).

Teguh Surya, pengkampanye WALHI/FoE Indonesia menyatakan “Keraguan kami
terhadap masa depan WOC-CTI menguat, saat dua kawan kami ditangkap. Pagi
tadi, kami hanya menunjukkan solidaritas dan menyampaikan pesan kepada
forum WOC-CTI. Tapi kami sangat kecewa dengan kejadian pagi ini. Kami
menuntut pembebasan mereka berdua. Kami percaya bahwa rakyat di Asia
tenggara dan masyarakat sipilnya berhak didengar, bukannya dibungkam’.

Aliansi Manado, www.jatam.org/aliansi-manado
WALHI/ FoE, JATAM, KIARA, Perkumpulan KELOLA, YSN, AMMALTA, Institut Hijau
Indonesia, KPNNI, SINAR, PKP2M, SEAFish, COMMIT, KAU, ICSF

Kontak media Luluk uliyah 08159480246
Powered by Bentang Alam
 

Advertaising

Your 1:1 Traffic Exchange